Sabtu, 06 Januari 2018

SD Muhammadiyah 1 Jember


Senin yang cerah di halaman sekolah. Suara murottal anak mengalun, surat-surat pendek saja tampaknya. ...

Di gerbang tengah, motor dan mobil bergantian berhenti menurunkan anak-anak, melepas dengan peluk dan cium sayang. Satpam menggandeng anak kelas kecil turun dari mobil. Anak-anak laki laki bercelana panjang merah dengan dasi topi, anak perempuan dengan rok panjang dan jilbab katun berukuran sedang yang terlihat nyaman dipakai.  Di dalam gerbang, bapak ibu guru menyambut anak anak yang datang.

Anak anak itu akan masuk kelas, melepas sepatu, bergegas ke musholla untuk bersiap-siap dhuha bersama. Baru setelah itu upacara bendera akan dilakukan.

SD Muhammadiyah 1 Jember adalah sekolah beryayasan Islam namun tetap mengindonesia, tetap rutin melakukan upacara bendera tiap senin.

Inilah alasan saya memilih sekolah ini untuk Kemal. Cukup pendidikan Islam namun tetap mengedepankan nasionanlisme. Sebagai ibu, saya ingin dia juga bisa merasakan getaran hati saat Indonesia Raya berkumandang.

Banyak pilihan SD di Jember. Mau yang seperti apa?

Yang negeri banyak, tapi ada syarat usia
Negeri eks RSBI ada, fasilitas lengkap ruangan ber AC :p

Yang swasta dengan pengantar Bahasa Inggris ada, dekat rumah pula
Yang swasta Islam banyak dengan yayasan yang beragam dan tentunya “rasa” yang berbeda beda pula.

Saat Kemal mau masuk SD, keinginan saya engga terlalu muluk-muluk.

Pengennya tuh :

  1. Sekolahnya ramah anak, menyediakan tempat terbuka yang cukup
  2. Anak dihargai perbedaannya
  3. Anak dapat perhatian cukup dari guru
  4. Pendidikannya bagus, terbuka pada kemajuan jaman
  5. Ada kantin yang memadai dan bersih
  6. Dekat
  7. Pendidikan agama yang ekstra, itu bonus saja


(Serius itu poin ke 7? Iya serius, karena saya punya rencana dia akan disekolahkan agama juga kalo SDnya dapat negeri)
Boleh bahas? Yuk....

1. Ruang terbuka
Saat pertama kali datang ke SD Muhammadiyah 1 Jember, pepohonan di “hutan kecil” yang membatasi sekolah dengan jalan raya masih sangat rimbun. Rindaaaang sekali. Cocok lah, kebayang anak anak akan menghabiskan energi dengan bebas, lihat hijau hijau dimana mana.
Kemal langsung berlarian di lapangan tengahnya yang luas, lihat bangunan kantin dan teriak : “Aku sekolah disini aja!” Sip, checked.

Saat ini, hutan kecil itu sebagian pohon besarnya ditebang entah karena alasan apa. Gantinya, area tersebut sekarang dikembangkan menjadi Taman Sains. Minggu lalu anak anak menanam macam macam tanaman di situ.

2. Anak dihargai perbedaannya.
Kenapa harus begitu? Karena saya beranggapan bahwa semua anak punya bakat uniknya, dan pembawaannya bisa berlainan. Sekolah yang memperhatikan hal seperti ini akan menumbuhkan potensi maksimal tiap anak, bukan membunuh potensi itu dengan menyeragamkan kemampuan mereka.

Di SD Muhammadiyah 1 Jember selain ada ekskul yang beraneka bidang, juga ada The Club.
Kemal masuk ke (tentu saja) Sains. Selain Sains, ada The Club untuk Bahasa Indonesia, Bahasa English, Math, dan Ismuba.

Kalo untuk Club Sains, isinya adalah pembinaan IPA dengan pengamatan dan eksperimen di lab. Untuk Club Bahasa Indonesia, anak-anaknya dibina dalam bidang mendongeng, puisi, pidato. Jadi anak diasah sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing, diikutkan lomba supaya dapat terus berkembang.

3. Gurunya cukup untuk tiap anak.
Di kelas 1, dalam satu kelas gurunya ada dua. Hal ini memungkinkan tiap anak mendapat perhatian yang cukup dalam masa peralihan dari style sekolah Taman Kanak Kanak ke sekolah Dasar.

Kemal itu anaknya mudah bosan. Suatu hari saat ujian, dia sudah selesai dan bosan. Bu gurunya lalu membalik kertas ujian dan membolehkan Kemal menggambar di kertas itu sambil menunggu temannya selesai.

Temannya juga ada beberapa yang belum lancar membaca. Kata Kemal, bu guru membantu mereka membacakan soal. Ah, yang begini ini saya suka...

4. Pendidikannya bagus.
Saya “orang” Muhammadiyah, almarhum papa dan keluarga besar dari papa  juga. Apa lagi yang diragukan dari sini? Hehehe...

5. Kantin Bersih
Fitrahnya anak-anak adalah senang jajan atau makan cemilan. Harus ada kantin yang jelas terjaga kebersihannya dan menarik jajanannya. Kalo engga, pastilah tergoda jajan di luar...

Sekedar info, saya pernah pengen titip kue di kantin sekolah Kemal. Ternyata banyak syaratnya loh. Tidak boleh menggunakan bumbu tabur berpewarna, harus jelas isinya apa, dilihat apakah ada gizinya atau tidak. Walaupun ga jadi nitip (karena kemudian sibuk), tapi saya cukup senang karena tau bahwa  ada yang menjamin bahwa kue dan makanan yang disediakan di kantin sehat.

Selain jajanan seperti donat, martabak, roti maryam, roti bakar, klethikan, nasi ayam dalam mika, cui miedalam mika, dulu ada juga booth es teh, bakso dan rawon. Saat ini karena sudah disediakan nasi dari sekolah, booth bakso dan nasi rawon sudah tidak ada.

6. Dekat
Kasiaaaan kalo anak habis waktu di jalan, apalagi masih SD.

7. Ilmu Agama
Saat tahu bahwa tiap hari Dhuha, Dhuhur (dan sejak pulang sore Ashar juga) berjamaah, hati ini lega. Setoran hafalan Qur’an tiap hari juga membuat cita-cita jadi hafiz sedikit terbantu.

Saat harus berhenti mengaji di TPA dekat rumah karena pulang sore pun, tidak terlalu khawatir karena toh sudah diajarin di sekolah. Mamanya di rumah tinggal membimbing aja.

Kemal di rumah hanya dengan mamanya. Siapa menyangka, gurunya berkenan mengajarinya Azan, memberi kesempatan jadi muazin sekolah hampir tiap hari, memberi kesempatan memimpin doa. Syukur alhamdulillah....

Kemal pun diikutkan kejuaraan Azan dan kejuaraan pildacil. Juara 1  pernah, juara harapan 1 dan harapan 3 juga pernah. Benar-benar bonus yang disyukuri.

Alhamdulillah, saat ini anak saya sudah kelas 5. Sudah melalui banyak peristiwa di sekolah ini. Mulai dari yang bikin degdegan seperti pelipis yang sobek karena anaknya main prosotan (salahnya sendiri), sampai peristiwa perkelahian dan bullying yang akhirnya bisa diatasi dengan kerja sama dan komunikasi intens dengan wali kelasnya.
Pengalaman bagus? Banyak sekaliii...
Prestasi? Alhamdulillah, ini diantaranya :
Juara 4 JMSO 1 tingkat jatim di Jember 2015
Juara 9 Olimpiade IPA Al Irsyad tingkat jatim, di Jember 2016
Juara 3 lomba mendongeng RRI, di Jember 2016
Medali Perak JMSO 2 tingkat Jatim, di Jember 2016
Juara 1 Lomba Azan tingkat kec Sumbersari, di Jember 2016
Juara 2 OMNAS IPA tingkat Jatim, di Malang 2017
Juara 3 OSN bidang IPA Kecamatan Sumbersari, di Jember 2017
Medali Perak HIMSO tigkat Jatim, di Surabaya 2017
Juara Harapan 1 Lomba Azan, Unmuh, di jember 2017
Juara Harapan 3 Lomba Pildacil, Unmuh, di Jember 2017
Finalis Olimpiade Sains Kuark 2017 tingkat nasional , di Jakarta 2017
Lumayan lah yaaaa... Kalo lomba lomba di rumah seperti lomba nyanyi, lomba ngaji, lomba azan ga ikutan dipajang di sekolah ^_^
Prestasi ini tak akan ada tanpa campur tangan bapak ibu guru pembina di sekolah, pun tanpa kepercayaan dan kesempatan yang mereka berikan kepada Kemal.
Teman-temannya yang lain juga sangat berprestasi di banyak bidang sampai tingkat nasional. Bulutangkis, tilawah, catur, matematika, basket, futsal, mendongeng, puisi, kreasi iovasi.
Artinya, SD Muhammadiyah 1 Jember memegang komitmen untuk mengasah siswa dan membina bibit bibit terbaiknya. Sampai saat ini, saya masih puas dengan sekolah ini. Anda, gimana?