Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 April 2017

Anak itu HAK Allah

Anak itu HAK Allah dalam Surat Asy Syuura atay 49 :
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki"

***

Berkaca kaca seketika...

Pada hambaNya yang penuh dosa dan cela ini, Allah berkehendak menitipkan amanah besar. Langsung ngaca sejauh ini udah berbuat apa aja untuk menjaga amanahNya ini. Waaaah, kok masih kurang banget dari layak...

Kok jadi malu yaaa *tutup muka*

Semoga masih ada umur dan kesempatan untuk upgrade kualitas. Supaya makin pantes dititipi. Udah baik Allah kasih, kan? kan?  

Kayaknya ini perasaan tiap orang tua ya? Hihihi
Gapapa, banyak temennya berarti #loh 
***
Yang belum dikaruniai, sabar yaaa
Terus berusaha, terus berdoa. Semua adalah kehendakNya, kayak di ayat di atas tadi.
 Semoga usaha mengetuk pintu langit, berbuah hasil. Aamiin

***
Ini postingan apa?
Bukan postingan apa-apa. CUma hati  lagi mak krenyes, mata lagi berkaca-kaca baca ayat tadi. Gituuuu
Mohon dimaklumi dan dipahami ketidakjelasan postingan ini yaaaa. hahaha

Minggu, 09 April 2017

Beberes, Awal Dari Perjalanan

Pernah merasa stuck, ga bisa ngapa-ngapain?

Sebulan terakhir saya sedang dalam tahap itu. Bisnis stuck, sumber penghasilan lain ga keliatan hasilnya, pengeluaran lagi banyak-banyaknya, biasanya ga pernah hutang, sekalinya hutang ga bisa lunasinnya...

Walah, asoy banget pokoknya :p

Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nasir...
Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung

Adalah wirid yang saya ucapkan berulang-ulang di dalam hati, bahkan ndremimil di mulut hampir setiap saat. Hati jadi lebih tenang...

Apakah masalah selesai? Belum :)
(Iyalah, masa berdoa doang, tau-tau beres. Ya bisa aja sih kalo Allah berkehendak, tapi ya normalnya kudu pake usaha kan?)

Berpikir keras, apa ya yang salah? Apa yang harus diperbaiki?

Sampai akhirnya lihat : KAMAR alias GUDANG


Jadi, saya punya kamar yang ga ditempatin dan akhirnya semua barang saya yang ga dipake masuk ke situ. Kontainer-kontainer isi piring gelas, buku-buku, baju-baju lama. Semua di situ...

Kebetulan bulan lalu rumah penuh. Ada kakak dan suami yang pulang beberap hari, ada adek yang pulang liburan juga. Makin nambah isinya, koper-koper terbuka, cucian yang belum disetrika, masuk ke kamar semua demia "kerapian" ruangan lain.

Masih ditambah, Kemal ikutan OSN (Olimpiade Sains Nasional), penyisihan Olimpiade Sains Kuark,penyisihan Olimpiade Sains Himso, Sains Competition Spada di bulan yang sama. Kertas-kertas latihan soal dan buku-bukunya ada di situ...

Lengkap deh : penuh + berantakan.

Sebel kan? BANGET

Tapi tiap mau beresin adaaaa aja alasannya. Plus sampe bingung mau mulai darimana :p
Akhirnya kamar itu dibiarkan, sampe kakak balik ke jepang, adek balik ke kerjaan, masih dalam posisi sama. Kalo ada tamu, ya tutup pintu kamar aja, biar tamunya ga shock liatnya. Hahaha...

==========================

Kemarin pagi, dalam kebingungan dan kebuntuan pikiran, saya masuk kamar itu sambil bawa segelas kopi panas. Rencana mau duduk diem, mikir sambil ngumpet dalam kamar yang sepi.

Liat lantai penuh buku dan kertas. Lalu saya duduk dan menyortir dalam beberapa tumpukan. Tumpukan majalah sains, tumpukan buku kemal, tumpukan soal latihan, tumpukan lain-lain. Dapet 4 tumpukan tinggi dan 1 tumpukan buku plus kertas ga kepake, termasuk katalog Oriflame dan CPL lawas.

Sampah dibuang. Majalah dan buku ditaruh di rak kemal, soal latihan dimasuk-masukkan ke folder dan ditaruh di rak kemal di luar kamar. Buku dan kertas-kertas saya, ditaruh di meja kerja.

Heeeeeei... lantainya keliatan ^_^
Kopinya jadi udah terlanjur dingin, tapi jadi enak duduk di lantai. Hati lebih lega...

Liat ke atas, ada kotak gede yang terbuka dengan tutup yang terpisah jauh, dan box dan botol-botol kecil tergeletak di sekitarnya. Itu kotak koleksi parfum dan body cream. Saya kumpulin lagi semua, susun dan tata dalam kotak, dipisahkan antara yang masih bersegel dan yang udah dibuka. Saya lap tutupnya sampe bersih, ditutupkan, dan diletakkan kembali ke tempatnya di atas lemari. (Baru inget kemarin kotak itu dibuka dan isinya dibongkar karena ada yang mau cobain parfum).

Kemudian beralih beresin mainan, lipat semua baju dan masukkan ke lemari masing-masing. Pokoknya dimulai dari yang paling dekat tempat saya duduk, melebar meluas sampai ke seluruh ruangan.

Ga ada target apa-apa, pokoknya selama masih bisa (dan belum capek) ya diperluas "zona" bersih rapinya.

Pas istirahat... Duduk lagi seruput kopi sambil buka youtube, liat video declutteringnya Terri Savelle. Isinya kok paaaas banget.

Dia bilang :
1. Kamar / rumah / tempat yang berantakan itu, membuat pikiran berantakan juga.
2. Semakin berantakan semakin males beresinnya. Dan itu berimbas di pikiran dan pekerjaan. Tugas-tugas atau to do list harian ga akan tuntas karena sebenarnya ada space di otak yang bilang : "hei, ada yang belum beres nih"

Oooo...pantesan...

Jadi teman-teman, dimulai sejak kemarin, saya akan melakukan perjalanan untuk kembali ke level kehidupan yang lebih baik, diawali dari bebersih kamar dan mungkin rumah.

Bismillah, menikmati perjalanan ini, insyaaAllah saya buat journalnya di sini. Stay tune yaaaa

Kamis, 12 Maret 2015

BUKAN PREDATOR

Ada inbox dari calon prospek : "mbak biasanya dimana sih mencari mangsanya? Saya dulu pernah gabung tapi kok bingung nyari downline gimana..."



Deg !!! MANGSA ???

*langsung berasa kayak vampir haus darah*tapi vampir kalo di film cantik sih*hayyah*

Ini saya. Iya sayaaa, udah mirip vampir? Vampir baik dan berbudi luhur :p


Pengen bilang : saya ga memangsa downline mbak. Saya memangsa buah-buahan yang berserat tinggi , baik untuk kesehatan :p...

Tapi akhirnya malah cerita :

Bahwa bisnis saya tidak memandang orang sebagai "mangsa"
Kalo kita tawarkan ke orang lain, itu adalah karena kita menawarkan peluang.
Peluang bisnis, peluang kerja, peluang rejeki.

Ga usah kasih contoh leader yang ratusan juta deh.
Saya aja sangat bersyukur bisa dapat 2-3 jutaan dari sini
Sambil ngerjain bisnis saya yang lain, sambil nemenin Kemal di rumah.
Modal internet, waktu, tenaga. Dengan kewajiban hanya TUPO REKRUT BINA.

Siapa tau nih, di luar sana banyak orang yang :
- Butuh penghasilan 2-3jutaan saya
- Ngantor tapi pengen bisnis fleksibel
- Pengen kerja sambil tetap di rumah
- Mau sisihkan waktu belajar dan praktek
- Mau berkembang di lingkungan positif

Kalo saya ga nawarkan, kalo saya ga ceritain peluangnya, mana saya tau siapa yang butuh siapa yang engga?

Apakah dari mengajak orang bergabung , saya dapat untung?
Engga, kalo sekedar ngajak aja
Iya, kalo teman baru saya bina dengan benar

Berarti ngajak ada MAUNYA dong?
YA ADA LAAAH... *ketawa penjahat*

Maunya saya, untuk diri sendiri : dapat rekan bisnis baru, supaya saya juga terus berkembang
Maunya saya untuk prospekan : ngajakin dia bisnis, siapa tau ini jalan rejeki.

Kalo orang yang saya tawarin ga mau, ya udah, saya berhenti nawarin. Saya tawarin ke orang lain lagi. Kalo ada yang nanya ya dijelasin. Kalo dijelasin terus akhirnya ga mau ya gapapa. Kalo dijelasin dan mau bergabung, ya dibina baik baik, maunya apa, mau pnghasilannya berapa.

InsyaaAllah ga ada unsur MEMANGSA yaaah...

Di Oriflame, kita sukses dengan membantu orang lain mencapai suksesnya.

Yuk jadi tim saya, saya ajarin caranya, praktek ya.
Kalo kamu ketemu penolakan yuk lapor ke saya, kita syukuri bersama-sama.
kalo kamu berhasil, kita rayakan bersama, karena itu berarti saya juga berhasil.

Kalo sebelumnya pernah punya mindset bahwa bisnis jaringan  adalah bisnis berburu mangsa, yuk ubah mindsetnya yuuk.
Saya dan tim, KAMI BUKAN PREDATOR. Kami pebisnis. Yang maunya semuanya merasakan hasil bagus. Sesederhana itu.

Yang ada di kepala, sangat mempengaruhi hasil loooh...

Niatkan baik... Hasilnya juga akan baik ^_^

Merdeka !!!

Yupi Larosa Trining
Saat ini manager 18%
Sedang mengupayakan SM bulan ini
Doain yaaaa ^_^

Selasa, 20 Januari 2015

JER BASUKI MAWA BEA


Quote jawa yang saya suka banget. Basuki (kesuksesan, kemulyaan) tak akan datang dengan sendirinya. Perlu Bea (pengorbanan / uang / modal / usaha / kerja keras) untuk membayarnya.

Siap untuk membayar harga kesuksesan? Punya modal uang, waktu, dan tenanga? Yuk, kerja bareng tim saya. Klik disini

Senin, 06 Oktober 2014

Buka Tabungan Haji juga, hehehe....

Alhamdulillah, akhirnya punya rekening tabungan haji. Hehehe...

Seperti muslim pada umumnya, saya juga pengen banget naik haji. Pengen banget menghajikan orangtua. Tapi, yaaa gitu deh. Sebatas pengen, sebatas kagum sama teman-teman yang sudah duluan berangkat.

Sampai akhirnya kemarin pas Idul Adha, kepikiran untuk MELAKUKAN SESUATU. Ga cuma diem, berharap, berdoa dan titip "panggilin namaku disana ya" sama kerabat yang pergi haji. Hihihi (ada yang pernah begitu?)

Yang faling fenting sih, pengen memberangkatkan mama tersayang. Beliau kan sudah hampir 60 tahun, pasti juga pengen banget. Dulu untuk nabung itu susah banget, beliau sendirian, anaknya 4 sekolah dan kuliah semua. Kerja sampe malam tiap hari (dulunya beliau menjahit, klise banget ya kayak sinetron) itu cuma cukup untuk ngirim kakak yang kuliah di luar kota, saya dan kakak yang SMP-SMA dan kuliah di jogja, dan adek yang SD. Haji kayaknya jauuuh di angan.

Sekarang kami sudah dewasa. Kakak saya dan suaminya sudah berangkat haji beberapa tahun lalu, langsung dari jepang. Dengar ceritanya aja, mama saya berbinar binar banget loooh, terus biasanya mulai mimbis-mimbis terharu dan berdoa semoga bisa ke sana juga. (Biasanya saya cuma amin aja, anak macam apa sih sayaaa, wekekek).

Bertahun-tahun turut gembira, entah kenapa baru kemarin tergerak untuk buka tabungan haji. Mungkin karena saya sadar ga tahu sampai kapan mama dan saya diberi hidup olehNya. Mungkin juga karena statusnya mb Rani Winarta, salah satu leader dBCN yang ngingetin bahwa haji itu lebih utama dari rumah dan mobil. Iya juga ya, rumah dan mobil adalah kebutuhan, Rukun Islam adalah kewajiban. Sama aja kayak : makan minum itu kebutuhan, tapi sholat itu kewajiban....
...
nangkep esensinya ga? Kalo ga ketangkep, coba bacanya sambil bawa jaring ato jala yaaa. Hahaha...

Semoga ini yang namanya panggilan. Semogaaaa, soalnya saya ga pinter secara agama. Ga usah diprotes ya. Mari kita anggap itu panggilan. Saya juga pengen berikan ini sebagai kejutan untuk mama.

Tanya tanya ke teman-teman, disarankan untuk bersegera. Dan hari ini saya berangkat ke bank Syariah Mandiri Jember. Saya lagi ga sehat, batuk flu hore, tapi nekat aja keburu niatnya luntur. Hihihi...

Berangkatnya sama adek dan Kemal, ga sama mama karena mama masih di Kebumen, idul adha di sana sama eyang. Sebelum berangkat, sholat dhuhur dulu, minta dikuatkan niat dan dilancarkan. Lebay ya? Gapapa lebay wong lebay mintanya sama Allah, ga sama orang :p

Nyampe sana, ngomel dulu sama Kemal karena cuma pake sendal jepit. Biasanya udah pinter siap-siap sendiri, dan saya juga ga ngecek sih, hihihi. Terus masuk, diterima sama mas CS, dijelasin ini itu dan ternyataaaa...musti sama mama kalo mau daftarin beliau. Yaaah, jadi ga bisa untuk kejutan deh.

Akhirnya saya daftar dulu atas nama sendiri. Ngisi formulir dan tanda tangan yang ga tau berapa kali itu saking banyaknya. Ngobrol sama mas CS yang kayaknya pengen piknik ke jogja sama istrinya. Dan akhirnya setor di teller. Beres. Besok tinggal bawa mama ke sini , unsur surprise akan hilang tapi ya biarin lah. Pokoke memulai dulu, semoga Allah kasih mudah, sehat, cukup semuanya. Aamiin.


Ke bank pake tas Batik Chic gratisan dari Oriflame yang baru datang 2 jam sebelumnya. Huahahaha...

Rencananya, tabungan ini akan diisi dengan bonusan dari Oriflame. Doakan lancar dan berkah yaaaa. Nanti kalo udah kekumpul masing masing  Rp 25.500.000 , baru kami akan mendapat porsi haji dan berangkat 18 tahun kemudian!!! Eaaaaa, sabar menanti judulnya.

Pokoknya usaha, selanjutnya serahkan ke Allah mau digimanain olehNya. Hihihi...

Mohon doanya, mohon ridhonya ya manteman semua. Yuuuk, bahagiakan orangtua, segerakan yang wajib. Barakallah...

Senin, 23 Juni 2014

15% :D

Akhirnyaaaa 15%



Kali ini tidak gegap gempita. Hamdalah dari mama, dan ucapan dari Director (setelah sms : lapor mbak, 15% :D ) jadi teman malam ini. Alhamdulillaah...

Alhamdulillah tim saya ngebut, jagoan-jagoan deh. Anak yang udah manager : Retno Ardhani dari Semarang dan leader-leader di dalamnya : Desi , Lia, mb Hapsah, mb Dhini, Uyun, makasih yaaa. Juga tim Ristanti yang sedang jadi PR dan tim mb Fani yang jadi target PR berikutnya. :)
Oh iya, Retno ini nyaris lahiran manager juga, dikiiit lagi berarti saya punya cucu manager. Aih, musti lari iniii...

Udah sejak Juli 2013 saya pasang gambar ini sebagai wallpaper laptop dan tidak pernah diganti, hihihi...

Sekarang HARUS ganti lagi, walopun akan aneh untuk buka laptop dan dapat pemandangan "baru" setelah sekian lama pake yang ini karena :
1. Saya kan mau move on, eh, move up ke level selanjutnya, minimal 18%
2. Dan level selanjutnya itu adalah target asli bulan ini, next month target SM, biar bisa pergi ke London...London....

Hehehe....

Masih ada waktu seminggu untuk bergerak, cari 2600 poin lagi. Huhaaah... BISA

Adakah yang stuck di level yang sama berbulan-bulan kayak saya?
Keep searching yaaa, pada akhirnya akan nemu teman baru yang bisa diajak bekerja bersama. Yang visinya sama dengan kita, yang mau sungguhan kerja bukan cuma yang komen : "aku kapan yaaa kayak mbak..." di status-status leader sukses. Jangan menyerah, kita ga rugi kok kalau kita beneran kerja. Belum dapat bonus gede, ya jualannya digedein biar tetep dapat pemasukan berarti dari Oriflame. Pokoke OJO MANDEG.

Salam ,
Yupi




Sabtu, 17 Mei 2014

IMAGINE IT'S POSSIBLE - nyanyi yuuuk

Theme song Oriflame 2012 ini udah sering didenger, tapi biasanya sambil lalu aja :D
Sampe akhirnya hari ini dengerin beneran, mencermati liriknya. MasyaAllah baguuuus, bikin semangat !

Cek lagunya di https://soundcloud.com/oriflame/imagine-its-possible-english,
trus nyanyiin pake lirik di bawah. COba sekali, dua kali, tiga kali. Coba terus sampe dapet efeknya ya!

IMAGINE IT'S POSSIBLE

    I used to think
    This is it, I guess I always want it to
    Dare to Dream, Make A Change
    IMAGINE IT'S POSSIBLE


    It’s my call and I can feel the wind of change
    Just ignite, here’s your chance...

    Reff :
    If you can imagine then u can achieve it
    Oh, If you can dream it then u can become it

    IMAGINE IT'S POSSIBLE
    I got the feeling it’s now or never
    Nothing gonna stop ya, if you really wanna
    Be all that you can be
   
    IMAGINE IT'S POSSIBLE
    Set all your dreams for the higher level
    I know I can make it, I got what it takes
    Imagine it’s Possible

    This all the time
    When you see, that anything could happen fast
    Who would thought for one day to another table turn
    When it’s right
    You just watch that now they’re on board
   
    Just ignite, here's your chance..

    .. Reff ..

    IMAGINE IT'S POSSIBLE
    I got the feeling it’s now or never
    Nothing gonna stop ya, when u really wanna
    Reach it with Oriflame

    IMAGINE IT'S POSSIBLE
    Set all your dreams for the higher level
    I know I can make it, I got what it takes
    Imagine It’s Possible


Sudah nyanyinya? Pasti mau diputer lagi. Gapapa, biarin dia muter-muter di kepala. Imagine it's possible...!!!


Yupi ^_^
www.yupilarosa.com

Add caption

Minggu, 27 Oktober 2013

Motivasi Pagi Ini : Al Mulk ayat 15

"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al Mulk :15)"


Saya senang memutar murottal surat Al Mulk tiap mau tidur malam. Selain memang membiasakan telinga Kemal mendengar alunan ayat suci, juga jadi sarana mengademkan diri, hehe.

Yang diputar suratnya ganti-ganti, Ar Rahman, Al Kahfi, Yassin, Al Baqarah, An Naba (yang ini kesukaan Kemal, soalnya dia sedang menghafalnya, satu hari satu ayat). Entah mengapa beberapa hari ini saya selalu suka memasukkan Al Mulk dalam daftar putar. Enaaaak gitu, adem.

Sekali-sekali, sambil nyimak saya lihat terjemahannya, masih dengan hp, di video dari youtube. Dan kemarin malam,saya menyimak terjemahannya lebih teliti, penasaran... Subhanallah subhanallah subhanallah... Suka banget bacanya.

Saat ini saya aya sedang dianugerahi hambatan, yang saya bingung mau gimana ngatasinnya. Sesuatu yang biasa sih, karena setiap orang punya masalah dan cobaannya sendiri-sendiri. Tapi asli lagi bingung cari solusi.

Penggalan ayat 15 di awal tulisan di atas, menyejukkan hati, sukses membuat saya berdesir-desir pagi ini.
Nih ya :

Dia menjadikan mudah. Berarti ada solusi di setiap halangan atau masalah yang terlihat. Jadi ingat juga kalimat "bersama kesulitan ada kemudahan". Bersama ya, bukan setelah. :D

Berjalanlah di segala penjuru (bumi). Berarti memang memperluas jangkauan adalah cara untuk memudahkan rizki. Perluas jangkauan, yang Oriflame-an dan bisnis online kayak saya, tau lah yaaa musti gimana....

Makanlah sebagian dari RizkiNya. Saya kok membaca pesan sedekah juga ya di sini? Temen-temen gimana?

Intinya sih, saya seperti diberi jalan, bahwa untuk ada solusi untuk masalah saya, diantaranya dengan memperluas jangkauan dan juga sedekah. Solusi lain insyaAllah menyusul. Subhanallah... Jadi SEMANGAT deh...

Saya yang masih suangat bodoh dalam menterjemahkan pun, dapat siraman hati dari Kitab Suci. Semoga diberikan kepandaian lebih, supaya fadhillahnya terasa kemana-mana... Aamiin...

Rabu, 23 Oktober 2013

Rantai Gajah Melingkari Kakimu?

Temen-temen pernah gagal? Ikutan bisnis ini itu, kesandung-sandung? Ga untung?
Trus gimana sekarang? Kapokkah ikutan bisnis lagi?

Semalam saya ikut webinar (training online) dari Oriflame, dan di situ mb Dian menyinggung tentang Rantai Gajah. Istilah dan ilmu dari pak Jamil Azzaini yang sangaaaaat saya suka.

Jadi , alkisah ada seekor gajah liar yang masuk ke sebuah perkampungan. Dia mengamuk, merusak kampung tersebut. Masyarakat lalu menembaknya dengan bius, membawanya ke sebuah tempat. Dalam keadaan pingsan, kaki gajah itu diikatkan ke pohon dengan rantai kapal yang sangat kuat.
Setelah bius habis, si gajahpun terbangun. Dia bangkit dan mulai mengamuk, menghentak dan mau berlari ke arah orang-orang di sekitarnya. namun gajah itu terjatuh karena rantai di kakinya menhannya untuk tidak melangkah terlalu jauh. Si gajah mencoba lagi, jatuh lagi, mencoba terus dan jatuh terus. Akhirnya gajah itupun kelelahan dan sang penjinak memberinya makanan yang tidak enak. Karena lelah dan lapar, makanan tak enak itupun dimakannya.

Setelah cukup bertenaga, si gajah rupanya mencoba lari lagi, tapi tentu saja jatuh terbanting lagi karena rantainya sangatlah kuat. Setelah kelelahan, sang penjinak memberinya makan yang tak enak lagi.

Hal itu berlangsung berhari-hari, sampai akhirnya gajah itu menyerah. Dia tidak lagi meronta dan lari. Karena pola di otaknya sudah terbentuk : kalo mencoba lari, pasti jatuh lagi. Gajah ini hanya menungu diberi makan oleh sang penjinak, makan (walaupun tidak enak) , diam di tempat. Itu saja.

Kemudian rantai itu dilepas oleh sang penjinak, diganti dengan tali rafia. Apakah yang terjadi?

Gajah itu tidak kemana-mana. Dia tidak lagi mencoba lari, karena yang terekam di otaknya adalah : KALO MENCOBA LARI, PASTI JATUH LAGI. Padahal sebenarnya kalau dia mau lari, betapa mudahnya memutus tali rafia kan?

Kembali ke kita yaaa. Yang pernah bisnis belum pernah sukses, yang mencoba ikutan test CPNS tapi masih nggak lolos-lolos, yang pernah ikutan MLM tapi belum pernah merasakan uangnya, kapokkah?

Jangan-jangan ada Rantai Gajah melingkar di kaki kita. Kita jadi ga mau lagi mencoba hal baru. Ga mau lagi bisnis-bisnisan, ga mau lagi mengambil peluang, karena yang di pikiran kita adalah : "nanti aku jatuh lagi" padahal belum tentu juga kan...???

Saya juga sama kok, pernah g*g*l di beberapa bisnis. Bisnis glass painting, bisnis craft, bisnis salon, bahkan pernah ikut Oriflame juga dulu dan mandeg di tengah jalan (soalnya ga ikut d'BCN siiiih,hehehe)...

Yuk bareng saya, memutus Rantai Gajah di kaki kita. Berlari kemana kita suka, mengambil peluang-peluang di depan mata. Beranilah mencoba, perasaan tidak mampu hanya ada di pikiran, itulah rantai gajah kita. Putuskan rantai itu sekarang juga.

Coba cara ini ya. Cara ini juga dari pak Jamil Azzaini.

1. Sebutkan minimal 5 kelebihan/prestasi kita. Semakin banyak semakin baik
2. Sebutkan “rantai gajah” yang membelenggu kita
3. Lakukan secara berpasangan untuk saling curhat dengan cara satu orang mengatakan tentang “rantai gajah-nya” dan satu orang lagi mengajukan pertanyaan “APA YANG TERJADI..??”.
Curhat dan pertanyaan “APA YANG TERJADI..??” Diulang terus menerus sampai yang curhat tadi tidak lagi bisa menemukan jawabannya
Lakukan secara bergantian terhadap daftar “rantai gajah” yang telah dituliskan
4. Tuliskan 1 saja “rantai gajah” apa yang harus dibuang. Cukup 1 saja yang benar-benar menyiksa dan benar-benar ingin dibuang
5. Sebutkan keuntungannya bagi kita jika 1 “rantai gajah” tadi dibuang. Sebutkan sebanyak-banyaknya agar kita lebih termotivasi
6. Sebutkan bagaimana cara membuang 1 “rantai gajah” tadi sambil berpatokan kepada keuntungan yang bisa didapat jika “rantai gajah” tadi sudah hilang

Teknik diatas harus dilakuakn berdua secara interaktif dan dilakukan sambil duduk berduaan dengan tatap mata saling memandang
Jika “tidak kuat” menatap mata maka kita bisa menatap di tengah-tengah antara kedua mata
Jadi……… Kenalilah “rantai gajah” kita lalu tuliskan keuntungan yang didapat jika “rantai gajah” tadi bisa hilang dan tuliskan cara menghilangkan “rantai gajah” tersebut. Insya Allah semua akan bisa menjadi lebih mudah, amin

Bismillah, siap?
Salam, Yupi
(Bukan Gajah)

Kamis, 17 Oktober 2013

Me & d'BCN FitBerduit Wellbeing Club (1) BEFORE

Haiiiiii

Sejak minggu lalu, saya terdaftar di Fit Berduit Wellbeing Club. Grup yang dibuat oleh mb Nadia Meutia untuk orang-orang yang ingin memperbaiki berat badannya secara sehat. Ga cuma menurunkan berat badan, club ini efek sampingnya adalah menggendutkan rekening dan dompet.

Kok bisa?

Bisa dong. di d'BC Network kan semua yang dilakukan efeknya ganda. Berkembang wawasan, tambah sehat, tambah cantik, tambah duit. Gitu deh.

Ga semua yang daftar diterima masuk club. Alhamdulillah saya diterima. Seneng rasanya memperbaiki berat badan bareng-bareng. Secara saya ini kurang rajin olahraga. Dalam 365 hari dalam setahun, paling 4 kali saya olahraga yang niat beneran olahraga. Serius.

Kenapa saya daftar? Karena eh karena berjudi itu haraaaam.... Hahahaha. Jawabannya adalah karena berat badan saya yang memang sudah overweight, dari lebaran idul fitri sampe sekarang (2 bulan setelahnya) malah makin melonjak 6 kg! Sudah nyariiiiis segede kulkasnya mama. Oh no, ini tidak bisa dibiarkannn!

Alhamdulillah ada Fit Berduit Wellbeing Club ini. Nantinya kami akan diajarkan cara menghitung asupan yang ideal untuk masing-masing dari kami, diajarin cara exercise yang baik, diberi challenge, dan banyak pengetahuan (dan semangat) supaya kami lebih sehat dan target penurunan (ato penambahan) berat badan bisa tercapai.

Tadi pagi saya bikin foto before. Kostumnya memang diminta begini yaaa. Jilbab putih kebetulan udah ga tau kemana saking jarang banget dipake, jadi pinjem jilbab kaosnya mama. Hehehe...





Tuh kan gede, hehehe... Tinggi saya 166cm loh, tapi disini keliatan lebih pendek karena badannya lebar. Hahaha...

Yang mau tau berduitnya darimana, bisa juga liat di sini yaaaa

Senin, 16 September 2013

HOW MANY TIMES SHOULD YOU TRY?

Yuhuuu, apa kabar?

Nemu ini :

Fakta nih:

Steven Spielberg, ditolak 3 kali oleh University of Southern California, sebelum akhirnya masuk dan malah memilih DO dan jadi sutradara kenamaan Amerika.

Buku karangan Tim Ferris : The Four Hour Work Week, ditolak 25 kali oleh penerbit.

Richard Branson, 400 kali mendirikan perusahaan (dan gagal) sebelum akhirnya bisa punya yang benar-benar jadi yaitu Virgin Galactic

Founder dari Pandora.com menawarkan ke investor 300 kali sebelum akhirnya menemukan investor yang bersedia mendanai.

Colonel Sanders, gagal sebanyak 1009 kali sebelum akhirnya berhasil menemukan dan menjual resep ayam favorit dunia : KFC

Sylvester Stallone ditolak 1500 kali waktu nawarin skenario film ROCKY

James Dyson membuat sebanyak 5126 prototype vacuum cleaner yang gagal sebelum akhirnya sukses.

Thomas Alfa Edison membuat sebanyak 10000 prototype bola lampu yang gagal sebelum akhirnya sukses.

Liat angkanya yaaaa, liat angkanya...!  >_<

Coba kalo dulu di percobaan yang ke 9999 si Thomas Alfa Edison gagal dan mutung, ga mau nerusin lagi. Apakah si bola lampu nan berguna bagi nusa dan bangsa itu bisa diciptakannya?

Coba kalo dulu pakde Sanders bosen gagal terus, dan berhenti bergumul dengan tepung,ayam dan bumbu-bumbu, mungkin saja si KFC tidak menggurita di seantero dunia kayak sekarang, dengan fotonya kumis jenggot putihnya yang iconic itu.

Jadi, kita musti mencoba berapa kali sebelum akhirnya menyerah? Yaaaaah, masih nanya... Coba terus sampe berhasil dong....!

Kuota kegagalan yang Allah kasih ke setiap manusia beda-beda. Si Bambang mungkin mencoba 10 kali baru bisa sukses. Si Agus mungkin harus lebih keras, karena jatahnya dari Allah harus nyoba 25 kali dulu untuk kemudian ketemu jalan suksesnya. 

Intinya cuma satu : KEEP TRYING alias JAJAL TERUS

Sudah prospek ke berapa orang? Ditolak berapa kali? Keep trying yaaaaa. Istilah bukan jodoh dan engga bakat itu akan terbukti nonsense dengan sendirinya.

Salam,
Yupi


Sabtu, 27 April 2013

KEMAL, SHINKANSEN dan MIMPI


Kemal adalah penyuka kereta dan pesawat.  Pertama kali naik kereta Logawa dari Jogja , mengunjungi mama Nino dan Bapak Agus dan mbak Dira di Jember, pada usia 11 bulan. Ketertarikan dengan kereta dimulai setahun kemudian, di usianya yang kedua, dengan kereta yang sama, sekali lagi ke Jember. Lagu “naik keleta api tut tut tut” jadi top hits di rumah kami setelah itu.

Kemudian Kemal pun mengenal buku. Buku transportasi, poster alat transportasi, gambar alat transportasi selalu menjadi perhatiannya. Ritual (di)baca(kan) buku menjelang tidur hampir selalu menuai request : buku eta (buku tentang kereta), buku pesawat, buku tapotasi (buku tentang transportasi). Jangan ditanya bagaimana rasanya petugas baca tiap malam, yaitu saya,membaca hal yang sama berulang-ulang-ulang-ulang.... Hehehe
Kue ultah ke 2 : Train (2009)

Menjelang ulang tahunnya yang ke 3, kami pindah ke Jember. Dan Kemal sudah mulai membaca. Tugas membacakan buku masih ada, namun lebih sering dia yang berusaha membaca (Kemal belajar membaca sendiri, secara alami tanpa diajari pada usia 3). Kesukaannya mulai mengerucut pada kereta, pesawat dan helikopter.  Hari minggu pun kami habiskan di stasiun Jember, berbekal air, susu dan kue. Kadang saya bawakan nasi sekalian, kalau di rumah lagi susah makan. Lumayanlah, hati yang hepi ternyata berpengaruh langsung terhadap selera makan ya... ^_^

Kegiatan hari minggu : piknik di stasiun Jember (2010)

Suatu hari , sepulang beli buku dari Gramedia, dia membelalak gembira, menunjuk ke sebuah gambar dalam buku : “Mama, ini kereta Shinkansen, aku mau naik ini!” Saya waktu itu hanya berkata :”Iyaaa...!”. ‘Iya’ biasa seorang ibu, terselip sedikit aamiin di situ, tapi ya hanya itu. Sepanjang sore dia melompat-lompat gembira, karena mau naik shinkansen, kereta peluru mengagumkan yang dilihatnya di gambar.
Shinkansen (gambar dari google)


Buku-buku berikutnya membuatnya semakin mengenal si Shinkansen ini, juga kereta-kereta lainnya. Dari lokomotif Mallard, Adler,kereta kuno Orient Express, Glacier Express, kereta modern Maglev, ICE dan istilah-istilah persepuran seperti wesel, lebar sepur, dan entah apa lagi yang tertampung di otak tiga tahunnya itu.

Dia tidak pernah bertanya : kapan aku naik Shinkansen?. Tapi selalu bekata : “Aku mau (maksudnya akan,red) naik Shinkansen!” lengkap dengan binar-binar yang bagi saya seperti kembang api di malam takbiran, meriah, huehehehe . Mungkin teman-temannya atau kadang bu guru di TKnya sudah bosan mendengarnya (Alhamdulillah kami di rumah tidak bosan). Sekali dua kali dia merengut, mengadu : baru saja ditertawakan di sekolah karena dia bilang  mau naik Shinkansen. Tapi binar itu tidak pernah meredup. Dan senyumnya akan kembali terpampang jika kami yang di rumah sudah ngayem-ayemi : "mereka cuma belum tahu Shinkansen itu apa, marahnya udah ya, besok bawain aja gambarnya..." Hehe...

Dan hari ini, di umurnya yang 6 tahun 3 minggu, KEMAL NAIK SHINKANSEN. Perjalanan dari Kyoto ke Kobe, Jepang, dengan Shinkansen Nozomi 700.  Betapa bahagia, betapa bersemangat. Saya saja berlinangan air mata, demi melihat satu mimpinya tercapai. Subhanallah, Alhamdulillah...
Menjelang berangkat, hepiiii (walaupun sedang batuk)

Baru turun dari kereta. Shinkansen Nozomi N700 Kyoto-Kobe


Jika diukur secara rasional, saya tentu belum mampu membiayai perjalanannya ke Kyoto, apalagi bepergian dengan Shinkansen dengan kondisi saya saat ini. Tapi Kemal, bocah TK ini mengajarkan saya sesuatu : DIA PERCAYA DAN YAKIN PADA MIMPINYA, DAN SEMESTA MENDUKUNGNYA.


Bye Shinkansen, sampe ketemu yaaa

Semoga mimpi-mimpi yang lain, yang embuh terserah kamu yang penting baik : bikin pesawat, jadi pilot pesawat tempur, naik roket ke planet, bikin randen/kereta listrik jarak dekat di Jember (ini mimpi terbaru sejak 2 bulan yang lalu, pertama lihat randen di Kyoto) terwujud satu demi satu ya Le... Mama yang akan belajar dari kamu, gimana caranya enggak malu diketawain, gimana caranya enggak lupa sama tujuan dan gimana caranya ikhlas pada semesta. (mamanyakemal)


Selasa, 19 Februari 2013

TUPO - Dibikin Gampang Aja

Saya baruuu aja tupo alias tutup point untuk target saya di bulan ini. Bangga? Nggak juga, lebih tepatnya lega. Dan malu sendiriiii...

Saya dong, dari pertama join udah tau kalo harus tupo sekian BP. Udah tau, udah apalll. Temen-temen tau apa yang malah saya lakukan? Saya dengan sembarangan menyematkan mahkota "melarat" di kepala saya. Hah, apa tuh?
Gini ceritanya. Waktu baru join, kebetulan dompet saya lagi langsing banget. Untuk tupo saat itu, nggak mungkin banget. Karena saya pinter ( plak! dikeplak orang sekelurahan), saya tawarin deh itu produk ke temen-temen. Saat itu starter kit dan katalog belom dateng, jadi saya minta mereka liat di katalog online, saya kirimin prospecting flyernya nutrishake.
Nyangkut? Iya dong. Ada sahabat yang order, disusul orang tua siswa (saya mengelola lembaga bahasa, red). Asiiik, lumayan dapet orderan, itulah BP pertama saya. Bersamaan itu, saya juga memesan banyak katalog untuk mempermudah jualan saya.
Katalog pun datang. Saya dengan sukacita menyebarkan katalog itu ke teman-teman. Saya menunggu, menanyakan orderan, menyebar, menunggu, menanyakan orderan lagi....

Waktu berlalu, dan deadline tupo saya pun menjelang...
Saya memang dapat orderan, kecil-kecil. Ada yang mau order juga, tapi masih ragu-ragu katanya. Saya rada bingung, ini gimana saya mau tupo kalo begini?

Saya buka-buka katalog. Dan menjatuhkan hati ke beberapa produk sambil senyum-senyum. Iseng-iseng hitung BP dari produk pilihan saya... Mmm... Kalo beli ini, mau saya pake untuk demo ah... Kalo yang ini..mau saya pake sendiri ah... total BPnya kalo diorder...mmm...

Lhah...!!!
Itu mah di materi dBCN ada! Paket sukses itu kannnn????

Kalo saya punya paket sukses, yang bakalan sukses nanti siapa? Pelanggan ato saya? SAYA kan???
Kalo saya mau sukses, berarti yang harus bayar tiket sukses siapa? SAYA juga kan???

Memangnya tiket suksesnya seberapa mahal? Ga sampe sejuta inih... Dan saya masih dapet barang.
Saya itung-itung kalo ini adalah bisnis, dengan modal segitu dan kerja (mana ada modal thok dapet uang), saya akan BEP dalam beberapa waktu. Jelas tuh. Resiko juga akan ada, tapi resikonya mah skala kuecilll.
Haduuuuh, saya ini katanya "Br*nch M*n*g*r"... masa memperkirakan beginian ga bisaaa.....

Astaghfirullah... Ternyata saya melihat dari sudut pandang yang tidak tepat, yang justru melemahkan diri sendiri. Saya sendiri loh, yang menyatakan diri "tidak mampu" dengan hanya menunggu orderan orang, cuma untuk tupo pribadi. Astaghfirullah, padahal Allah MahaKaya. Kalo order tupo, jika manfaatnya jelas, ya order aja. Bayarnya ya usahain sendiri, kalo ga punya ya usaha, dan paling penting sebelumnya : minta ama Allah , nanti juga dikasih, asal kitanya layak dikasih. Rait???

Yang gampang kok dibikin susah.
Pengen sukses kok nunggu dikasih (orderan).

Yuk ah,

Yupi
Si Mampu